RESUME
TRAGEDI MIC BOPHAL
(what) Tragedi
Bhopal merupakan salah satu insiden industri yang
paling mematikan dalam sejarah dunia. (When) Dari data dan
informasi yang ada kasus ini terjadi selama bertahun-tahun yang dimulai sejak
tahun 1984. (Where)
Tragedi ini berasal dari pabrik pestisida Union
Carbide India Limited (UCIL), anak perusahaan UCC Amerika yang
terletak di kota Bhopal,
di negara bagian Madhya
Pradesh di India.
Pabrik tersebut dibuka pada tahun 1969
dan diperluas untuk menghasilkan karbaril pada 1979.
MIC merupakan perantara dalam penghasil karbaril. Karbaril (1 Naftil Metilkarbamat) adalah
bahan kimia dari kelompok karbamat yang digunakan sebagai insektisida.
Insektisida karbamat adalah inhibitor reversibel dari enzim
asetilkolinesterase. Karbamat mirip dengan asetilkolin tetapi tidak mengalami
hidrolisis akhir. Dengan cara ini, karbamat mengganggu sistem saraf dan
menyebabkan kematian.
(How) : Penyebab
dari tragedi bophal ini yakni ketika tangki-tangki yang telah mengandung metal
isosianat dimasukkan air sehingga bereaksi dengan cepat. MIC bersifat reaktif dan dapat meledak bila
dicampur dengan udara. Nilai ambangnya mencapai 0,02 ppm. Dengan ledakan gas di pabrik Union Carbide di Bhopal yang
menyebabkan banyak air terkontaminasi dalam tank yang memuat 43 ton MIC. Sebuah
reaksi kuat dimulai dan aerosol tersebar ke seluruh kota. Metil isosianat yang tersebar bereaksi dengan air
di udara dan membentuk monoetilamin yang lebih tak berbahaya. Karena
mungkin fosgen digunakan dalam produksi itu, pada
suhu yang cukup tinggi, yang amat mungkin, juga terbentuk hidrogen sianida (HCN). Di samping itu ada karbon
dioksida, gas NOx, trimer MIC dan sejumlah senyawa lain dalam
aerosol itu.
Karena pelepasan terjadi sebagian
dari ketinggian yang amat sangat, gas mengandung konsentrasi lain dari senyawa
lain pada ketinggian berbeda dan jark dari pabrik. Gas itu menjadi lebih berat
di udara dan kemudian mendorong keluar dari markniveau tersebut.
Perusahaan ini menyimpan
MIC dalam jumlah yang lebih besar dari yang direkomendasikan. Reaksi yang kemudian terjadi menghasilkan
banyak gas beracun dan memaksa pengeluaran tekanan secara darurat. (Why)
Gas yang mengalami kebocoran keluar dimana menurut keterangan
dari Kampanye Internasional untuk Keadilan di Bhopal, dalam
upaya untuk memotong biaya, perusahaan telah mematikan pendingin atau penggosok
kimia yang seharusnya menetralisir gas, padahal bahan kimia tersebut harus
disimpan pada suhu 32 derajat Fahrenheit.
©
dampak
Menurut Bhopal Medis
Banding (BMA), orang Bhopali mengalami berbagai macam penyakit akibat dari
kebocoran gas dan kontaminasi bahan kimia beracun lain yang dikeluarkan pabrik
ke air tanah. (Who) Gas kimia yang bocor itu meracuni 500.000 penduduk
setempat. Air yang mereka minum masih mengandung kadar racun yang tinggi dan anak-anak
mereka pun lahir cacat. Studi Medis
Bhopal (BMA) yang berpusat di Inggris melaporkan bahwa bencana itu masih
menyisakan level toksin yang tinggi. Kandungan zat beracun carbon tetrachloride
dari air tanah di Bhopal masih 900-2.400 kali lebih tinggi dari ambang batas
yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia. Selain itu, kadar chloroform dari
air tanah itu dua kali lipat lebih besar dari batas maksimal yang ditetapkan
Badan Perlindungan Lingkungan Hidup AS.
Sehingga Sejumlah penyakit itu antara
lain kanker, kebutaan, kepincangan, keterbelakangan mental, kelahiran cacat,
dan kesulitan reproduksi.
Situs
The History Channel yang dilansir vivanews.com mengungkapkan,
bahwa gas beracun dari pabrik Union Carbide tersebut naik ke langit, membentuk
kumpulan awan yang menyelimuti kota Bhopal. Lebih dari 3.000 warga tewas akibat
menghirup gas beracun. Selain itu, 50.000 lainnya dirawat karena mengalami
keracunan. 120.000 Di antaranya bahkan menderita berbagai penyakit, seperti
kebutaan, kesulitan bernafas, serta kerusakan ginjal dan hati. Ribuan lainnya
tewas pada hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun berikutnya. Orang masih
terus meninggal akibat bencana itu.

Dari kasus Bhopal tersebut tercermin bahwa pemerintah harus
menerapkan hygiene industry di setiap perusahaan perindustrian yang berpotensi menghasilkan
limbah berbahaya, yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja untuk
melindungi warganya, mengolah limbah yang telah menyebabkan pencemaran udara
dan air tanah seperti pada kasus Bophal ini harus segera dilakukan .Di dalam kasus ini pun terlihat bahwa kebocoran
MIC terjadi akibat kelalaian pihak pabrik yang bermaksud menekan biaya namun akhirnya membahayakan warga sekitar. Pembersihan lahan pabrik yang hingga kini tidak dilaksanakan menambah panjang daftar korban
tercemar karena masih adanya sisa-sisa kebocoran MIC yang mencemari lingkungan
sekitar


Tidak ada komentar:
Posting Komentar